Latest Post

Refleksi Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2013

OPINI | 28 October 2013 | 
 
Pagi itu, sekitar jam 07.00 di depan Al-Amin Supermarket Dramaga Raya, Kampus IPB Dramaga, Bogor, saya sedang menunggu dua orang teman yang akan bersama berangkat ke tempat kerja. Mobil saya terparkir tepat di depan gang Bara 1. Menunggu sangat tidak menyenangkan. Saya berniat keluar untuk membeli sepotong coklat untuk menemani selama diperjalanan. Namun urung. Melintas truk terbuka yang mengangkut sekitar 10 anak SMA yang memegang bambu, memutar-mutar sabuk dan melempari batu pada anak SMA yang sedang berkerumun di pertigaan, tepat di depan Pos Jaga Polisi Dramaga, sekitar 10 meter dari tempat saya menunggu.

Anak-anak SD Babakan 03 yang sudah banyak berdatangan di seberang jalan, mulai histeris teriak melihat aksi anak SMA yang saling melempar dan mengenai beberapa pengendara motor yang melintas dan pejalan kaki. Saya yang melihat kejadian ini dari awal sampai akhirnya bubar dalam hitungan menit merasa lemas, miris dan sedih. Kekuatan yang di miliki anak seusia meraka sedang menggelegak, di salurkan pada hal-hal yang negative seperti tawuran antar pelajar sangat merusak. Merusak semua sendi tatanan kehidupan. Seharusnya dioptimalkan untk peningkatan ilmu dan akhlak.
Sesampai di perempatan Yasmin.
Dua kubu siswa yang berpakaian putih abu-abu terlibat lempar batu dan sabuk yang memacetkan empat arah kendaraan yang melintas. Walau tidak ada aparat kepolisian, warga sekita masih banyak yang peduli dan bisa membubarkan perkelahian mereka.
Berita tawuran tadi pagi, Minggu 27 Oktober 2013, di salah satu stasiun televisi swasta memberitakan seorang siswa di Karawang wajahnya hampir terbelah terkena sabetan pedang siswa lawannya.
Mengharukan…miris…sedih…kecewa…marah
Terhadap siapa?
Semua pihak yang bertanggung jawab. Mulai dari pendidikan orang tua di keluarga int i, guru yang mengajar mengaji di madrasah, guru formal di sekolah, pemerintah yang memiliki kewenangan dalam pengaturan sistem pendidikan.
Apa yang salah? Siapa yang salah? Bukan saat yang tepat mencari kambing hitam tapi mencari akar permasalahan masalah tawuran ini muncul. Bila semua pendidikan berujung ke pencapaian materi dengan indikator mendapatkan tempat kerja yang layak dan terhormat berarti harus diluruskan kepada semua pihak esensi dasar dari pendidikan. Orang tua menuntut agar anaknya memiliki nilai yang bagus agar membanggakan keluarga tanpa memberi pengarahan terhadap anak untuk belajar dengan tekun dan jujur. Pihak sekolah menginginkan sekolahnya terkenal meluluskan siswa dengan nilai terbaik tanpa mengenal rambu-rambu yang sepantasnya. Siswa diberikan contekan jawaban sebelum ujian, siswa “dipaksa” ikut les ini les itu dan pendalaman materi. Sehingga memberikan efek stress terhadap anak yang mau ujian dan orang tua tidak kalah panik serta ketakutan bila anaknya tidak mendapat nilai yang bagus dan lolos ujian.
Mendambakan pendidikan yang memanusiakan anak. Anak menikmati proses belajar sesuai dengan perkembangan otaknya. Anak memiliki keinginan sendiri untuk mencari ilmu dan mendapatkan ilmu yang ia inginkan.


Selama ini anak dicekoki dengan aturan sekolah yang “memperkosa” hak anak. Anak harus bisa ini dalam jangka waktu tertentu. Lihat saja ketika mau daftar sekolah dasar, syarat utama harus bisa membaca, menulis dan berhitung. Enak sekali menjadi guru kelas 1 sekolah dasar dan berat sekali guru taman kanak-kanan yang harus mengajarkan menulis, membaca dan berhitung kepada anak TK yang mau sekolah dasar. Anak-anak dipaksakan menuruti aturan yang tidak sesuai dengan perkembangannya.
Pendidikan akhlak dan agama tidak seimbang dan sebanding dengan pelajaran umum. Sehingga anak lebih mengutamakan kebanggaan terhadap dunia dibandingkan akhlak dan agama sebagai dasar untuk berkiprah positif di masa kerja kelak.
Persaingan yang tidak diimbangi dengan kelapangan hati akan menimbulkan dendam yang suatu saat akan meledak dan tidak terkendali. Siswa memperturutkan nafsu untuk menguasai dan tidak mau mengalah serta maunya selalu menjadi pemenang.

 http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/10/28/refleksi-peringatan-hari-sumpah-pemuda-2013-602875.html

5 Kebiasaan Makan Orang Indonesia Yang Aneh

  
Setiap negara punya pola makan yang berbeda, termasuk di Indonesia. Anda pasti sadar dong kalau orang Indonesia lebih terbiasa makan dengan sendok dan garpu ketimbang sumpit atau garpu dan pisau. Itu hanya salah satu pola makan yang berbeda dari negara lain.
Masih ada beberapa pola makan warga Indonesia yang unik dan aneh, mungkin Anda tidak menyadarinya. Apa sih yang membuat pola makan dan kebiasaan makan orang Indonesia berbeda dengan negara lain? Karena perbedaan bahan baku, tradisi dan kebiasaan sehari-hari.
Disadari atau tidak, Anda pasti pernah melakukan pola makan atau kebiasaan makan yang aneh ini. Ada pola makan yang memang janggal jika tidak dilakukan, ada pola makan yang sebenarnya tidak sehat tetapi banyak dilakukan karena enak. Apa ya kira-kira pola makan aneh itu? Yuk intip!



 Satu hal aneh tentang pola makan di Indonesia adalah kebiasaan menikmati makanan paling enak di akhir. Misalnya saja Anda datang ke pernikahan teman, ada hidangan capcay, nasi goreng, dan ayam lapis. Biasanya, capcay dan nasi goreng dimakan terlebih dahulu, sedangkan ayam lapis dimakan terakhir. Mungkin slogannya adalah save the best for the last.

Bahkan yang lebih aneh, ada lho orang yang makan burger dipisah-pisah. Jadi rotinya dimakan terlebih dulu bersama sayurnya, sedangkan dagingnya dimakan belakangan. Jika ditanya kenapa begitu, jawabannya pasti "Yang enak dimakan terakhir,". Padahal cara makan seperti ini bikin para bule bingung.



 Yuhuuu.. siapa nih yang suka makan mie instan dicampur nasi? Mungkin kebiasaan ini hanya terjadi di Indonesia. Mie instan yang enak tidak perlu tambahan apa-apa lagi, dan agar lebih kenyang, tambahkan saja nasi. Kebiasaan seperti ini sering dilakukan anak kos, pegawai yang sibuk, masa-masa akhir bulan atau ibu rumah tangga yang tidak sempat membuat sarapan.

Padahal, pola makan ini sangat tidak sehat. Nasi & Mie mengandung karbohidrat Tingginya kalori dan karbohidrat berlebih bisa menaikkan indeks glikemik, sehingga gula dalam darah naik secara berlebih. Hanya makan karbohidrat juga tidak baik, karena tubuh tidak hanya butuh rasa enak, tetapi juga protein, serat, vitamin, mineral dll.



  Tahukah Anda, para bule selalu heran mengapa orang Indonesia sangat suka makanan pedas dan sambal. Kebiasaan makan sambal ini sudah ada sejak zaman dulu, rasanya semua makanan lebih enak jika dimakan pakai sambal. Selera makan jadi meningkat drastis, tak ada sambal rasanya ada yang kurang. Tidak heran jika berbagai keripik pedas makin banyak penggemarnya.

Selain itu, ada puluhan jenis sambal di Indonesia, mulai dari sambal terasi, sambal bawang, sambal dabu-dabu, sambal cabe ijo dan masih banyak lagi. Bahkan lauk yang sederhana seperti tahu atau tempe goreng akan lebih enak jika dimakan pakai sambal. Apalagi.. jika makan nasi hangat, ikan asin dan sambal pedas. Aduh enaknya..

 http://www.vemale.com/topik/kehamilan/34851-5-kebiasaan-makan-orang-indonesia-yang-aneh-4.html

PELUANG USAHA KECILAN KLIK Saja...

 







Rahasia Manusia Tertua di Dunia



Catatan Guinness Book of Records mengenai manusia tertua di dunia yang dimiliki wanita asal Prancis, Jeanne Calment yang wafat pada tahun 1997 dalam usia 122 tahun, sepertinya bakal berganti nama.
Seorang pria pengembala yang buta huruf dan tinggal di pondok sederhana berlantaikan tanah di desa Frasquicia, 80 km dari ibu kota La Paz, Bolivia, yang bernama Carmelo Flores Laura memiliki catatan resmi yang menyatakan dirinya berusia 123 tahun, 31 hari.
Catatan resmi ini berupa sertifikat baptis yang memang sama halnya dengan sertifikat kelahiran saat ini dan diakui oleh pemerintah Bolivia.
Meski masuk dalam jajaran centurian (manusia yang berusia lebih dari 100 tahun), Carmelo masih mampu berjalan tanpa tongkat dan tidak memakai kacamata, namun ia sudah kehilangan semua giginya dan ingatannya mulai memudar.
Carmelo menyatakan bahwa rahasia umur panjangnya adalah "makan daging musang dan rubah, menghindari gula atau pasta dan selalu berjalan jauh."
Sampai dengan sekarang, Carmelo memiliki tiga orang anak, 16 cucu dan 39 cicit.
Berbicara kepada televisi Bolivia Rede Uno TV yang dilansir Mirror, Jumat (16/8), Carmelo yang ditinggal wafat istrinya 10 tahun silam ini, menambahkan bahwa ia juga selalu makan cananhua, sebuah biji-bijian liar yang kaya akan protein dan asam amino
Ghiboo.com



Misteri Isra Mi'raj serta Surga dan Neraka


Tanya: Saat Rasulullah SAW melakukan Isra Mi’raj, beliau diperlihatkan surga dan neraka, siapa saja penghuninya, alasan mereka diberi imbalan nikmat/siksa, serta perbuatan apa yang telah mereka lakukan. Padahal manusia-manusia terdahulu “statusnya” saat ini masih di alam barzah, karena belum kiamat. Jadi yang di surga dan neraka yang diperlihatkan ketika Rasulullah Isra Mi’raj itu siapa? Jika yang diperlihatkan itu adalah gambaran masa depan setelah kiamat, apakah berarti sudah tertulis dari lahir, si Fulan masuk surga dan si Fulan masuk neraka? Saya juga pernah mendengar salah satu teori bahwa Buraq itu adalah simbol dari “mesin waktu”. Rya Jawaban: Isra Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah kenabian Muhammad SAW. Peristiwa yang bertujuan menghibur Rasulullah SAW (yang sedang bersedih setelah dua orang terdekatnya meninggal dunia) ini memang penuh hal-hal yang “tidak” masuk akal. Dan salah satu hal yang “tidak” masuk akal adalah Rasulullah mampu melihat surga dan neraka dengan amat jelas dalam perjalanan yang super cepat itu. 1. Pemandangan surga dan neraka. Kondisi surga dan neraka yang diperlihatkan kepada Rasulullah SAW adalah kondisi yang hakiki, benar-benar surga dan neraka yang telah diciptakan Allah SWT dan disiapkan buat manusia. Dalam beberapa hadis, Rasulullah mengisahkan pengalaman itu dengan kalimat “Udhiltu al jannah [saya dimasukkan ke dalam surga]” dan “Bainama ana asiiru fil jannah [ketika saya berjalan di surga]”. Tetapi pemandangan nikmat surga serta siksa neraka adalah ilustrasi atau gambaran nasib masa depan manusia di akhirat. Ini terlihat dari siksaan penghuni neraka — mereka disiksa karena tidak melaksanakan perintah-perintah agama yang pada waktu itu belum diwajibkan. Meski hanya ilustrasi, bukan berarti surga dan neraka saat ini kosong tanpa penghuni. Sebab, selain pada peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW juga pernah diperlihatkan surga dan neraka pada kesempatan yang lain. Dalam kesempatan itulah Rasulullah SAW melihat penduduk surga ataupun neraka bukan sebagai ilustrasi. Namun sebagai peristiwa yang benar-benar sedang terjadi. 2. Tempat manusia di surga atau di neraka memang sudah tertulis. Ketentuan ini bisa dijumpai penjelasannya dalam banyak hadis sahih. Salah satunya: “Tidaklah diciptakan satu jiwa, kecuali telah ditulis [terlebih dahulu] tempatnya di surga atau neraka, juga telah tertulis nasibnya akankah sengsara atau bahagia.” (H.R. Muslim) Mungkin ada yang bertanya, kalau tempat kita sudah ditentukan, untuk apa kita beramal? Toh tempat kembali kita sudah ditakdirkan? Ini adalah pertanyaan wajar — sebagaimana pertanyaan para sahabat ketika diberitahu Rasul. Nabi pun menjawab, “Beramallah, karena setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan sesuatu yang untuknya ia diciptakan”. Rasulullah SAW justru memerintahkan kita untuk beramal. Karena kita tidak pernah tahu untuk ke mana kita diciptakan; ke surga atau neraka? Karena itulah kemudian beliau membaca ayat 5-10 dari surat Al Lail. Dalam ayat-ayat yang beliau baca ini, ada petunjuk agar kita dimudahkan untuk ke surga. Juga petunjuk siapa yang akan dimudahkan menuju neraka. 3. Buraq bukanlah simbol mesin waktu. Sedangkan pertanyaan terakhir apakah Buraq itu simbol “mesin waktu”?, maka jawabannya adalah bukan. Kita tidak pernah mendapatkan satu keterangan pun baik dari Quran maupun sunnah yang mengatakan demikian. Kita juga belum mendapati para ulama syariah yang menjelaskan kisah Isra’ Mi’raj ini dengan mengaitkan Buraq dengan teori mesin waktu. Wallahua'lam Ahmad Sarwat, Lc., M.A Tanya Ustaz merupakan rubrik khusus di Ramadan Mubarak. Tanyakan dan/atau konsultasikan hal-hal menyangkut Islam ke alamat e-mail tanyaustaz@yahoo-inc.com untuk dijawab oleh Ahmad Sarwat. Ahmad Sarwat adalah pendiri Rumah Fiqih Indonesia yang juga dikenal sebagai penyusun buku "Seri Fiqih Kehidupan", "Seri Tanya Jawab Syariah", dan "Ensiklopedia Fiqih Indonesia". Saat ini Ahmad Sarwat juga masih menulis di website Rumah Fiqih Indonesia dan website pribadinya, www.ustsarwat.com.

Ini Sebab Perbedaan Penetapan Ramadan

-

 Dosen Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung Hakim L. Malasan mengatakan perbedaan penetapan tanggal satu Ramadan oleh beberapa kelompok muslim disebabkan perbedaan penetapan kriteria. Mereka, kata dia, masing-masing menggunakan metode yang telah digunakan sejak lama. "Tiap kelompok memiliki perbedaan metode," kata Hakim saat dihubungi, Ahad, 7 Juli 2013.
Salah satunya, kata Hakim, pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat yang mulai berpuasa Ramadhan 1434 Hijriah hari ini. Hakim menjelaskan Tarekat menggunakan perhitungan berdasarkan pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan. Menurutnya, metode ini kurang dapat diandalkan lantaran pasang surut air laut bersifat situasional.
Pergantian bulan baru, kata Hakim, memang ditandai oleh pasang surut air laut namun tanda-tanda itu tidak selalu dapat dilihat oleh mata telanjang karena adanya beberapa faktor. Faktor itu, kata dia, di antaranya bentuk geologis laut dan arus bawah laut.
Sekretaris Naqsabandiyah Sumatera Barat, Edison, mengatakan penetapan ini menggunakan perhitungan metode hisab munjid atau melalui penanggalan yang sudah dilakukan turun-temurun. Metode ini dilakukan dengan cara menghitung 360 hari dari puasa tahun lalu. Tahun lalu, mereka puasa pada hari Rabu. Untuk penghitungannya, puasa tahun ini dimulai 5 hari setelah Rabu dan jatuhnya hari ini.
Sedangkan Majelis Ulama Indonesia yang menggunakan metode imkanur rukyat, kata Hakim, melihat ketinggian bulan di atas cakrawala harus berada minimum dua derajat pada saat matahari terbenam. Sehingga, kata dia, jika puasa dimulai pada Rabu, wujudul hilal akan terlihat pada hari Selasa,” kata Hakim.
Lain halnya dengan metode yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah yang menggunakan metode wujudul hilal. Hakim mengatakan penetapan Ramadan bagi warga Muhammadiyah dilakukan walaupun ketinggian bulan di atas cakrawala belum mencapai dua derajat.
Hari ini, ribuan pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat sudah mulai berpuasa Ramadan 1434 Hijriah.
LINDA HAIRANI
tempo.co

Gunung Padang dan Misteri yang Belum Tersibak

Walaupun situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur sebenarnya ditemukan pada tahun 1914, tempat ini baru ramai dikunjungi sejak awal 2011. Saat itu sebuah survei menyatakan, bangunan di bawah permukaan situs Gunung Padang lebih tua daripada piramida Giza di Mesir.

Perjalanan 2,5 jam dari Puncak, Jawa Barat, cukup nyaman. Akses ke Gunung Padang yang berada di Desa Karyamukti, Cianjur, sebagian besar buruk dengan jalanan berbatu. Namun, di sepanjang perjalanan saya disuguhi hijaunya bukit, sawah yang bertingkat rapi, serta kebun teh. Justru di sekitar perkebunan ini jalan lumayan bagus dibandingkan dengan ketika berada di permukiman penduduk.

Pemandangan menuju ke Gunung Padang

Saat tiba di Gunung Padang, pengunjung belum terlalu ramai. Namun, tidak sepi juga karena waktu itu bertepatan dengan liburan sekolah. Mobil diparkir di dekat gerbang. Setelah itu saya harus berjalan beberapa puluh meter melalui jalan berbatu ke loket. Tarif masuknya murah, hanya Rp2000 untuk pengunjung lokal dan Rp5000 untuk wisatawan asing.

Saya memakai pemandu wisata untuk mendapatkan informasi. Pak Harba, namanya, bercerita dia sudah enam tahun menjadi pemandu wisata di Situs Gunung Padang. Ia menunjukkan mata air yang berada di kaki tangga. Katanya, air itu dulu digunakan oleh peziarah untuk mencuci kaki sebelum naik ke atas. Kini, pengunjung juga bisa minum dan mencuci muka dari mata air tersebut.

Saya, suami, anak, dan seorang kawan kemudian naik melalui tangga ziarah — tangga batu asli yang dibangun pada masa lalu. Medannya cukup berat. Pak Harba menawarkan untuk membawakan ransel yang digendong kawan tersebut. Memang keputusan yang tepat, karena saya dan teman saya tersebut terengah-engah mendaki tangga batu terjal.
Ruangan berpagar batu yang disebut aulaSampai di atas, saya agak berkunang-kunang setelah mendaki 370 anak tangga yang terjal dengan cukup cepat. Kawan saya tertinggal di belakang ditemani Pak Harba.

Di atas, pengunjung sudah ramai berfoto dengan batu yang berserakan. Luar biasa memang, sulit dibayangkan puluhan ribu tahun yang lalu manusia sudah dapat membentuk bebatuan besar semacam itu. Banyak di antaranya yang berbentuk segi lima.

Pak Harba menunjukkan beberapa titik yang dianggap menarik, antara lain tapak harimau pada permukaan sebongkah batu, singgasana, sebuah area kecil dipagari batu yang ia sebut “aula”, dan jajaran batu berbagai ukuran yang dikenal dengan istilah batu gamelan.

Selain menikmati peninggalan zaman purba yang sangat menarik, saya memperhatikan bahwa lokasi situs ini bersih. Ada beberapa penjual es krim, rujak, dan minuman dingin, namun tidak tampak sampah berserakan. Berbeda dengan lokasi wisata di Indonesia pada umumnya.

Situs Gunung Padang yang bersih dari sampah.

Ternyata, para pemandu wisata serta petugas pengelola senantiasa memunguti sampah yang berserakan. Tidak hanya sampah plastik, daun-daun yang jatuh pun mereka ambil satu per satu untuk dimasukkan ke dalam tempat sampah.

Setelah itu akan ada petugas yang memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Pak Harba menjelaskan pada saya bahwa sampah plastik akan dijual, uangnya disimpan dalam kas pengelola.

Andai semua lokasi wisata seperti ini pasti pariwisata Indonesia makin maju, pikir saya.

Walaupun panas terik, situs megalitikum yang berteras-teras ini nyaman dikunjungi karena masih banyak pepohonan besar. Para pengunjung duduk bergerombol di bawah pohon-pohon tersebut. Sejauh mata memandang pun hanya terlihat bukit-bukit hijau dan perkebunan teh. Bagi saya, ini cara tepat untuk melarikan diri dari Jakarta yang penuh polusi.

Bebatuan di Gunung Padang kebanyakan berbentuk prisma.

Pulangnya, kami memilih turun melalui tangga baru yang dibangun oleh pemerintah setempat. Walaupun jumlah anak tangganya lebih banyak, lebih mudah dilalui karena lebih landai. Kalau harus turun lewat tangga ziarah lagi, bisa-bisa saya terjun bebas, deh!

Terlepas dari kontroversi mengenai dugaan adanya piramida di bawah permukaan Gunung Padang, adanya teka-teki batuan lava, dan berapa sebenarnya umur situs ini, Gunung Padang memang layak dikunjungi. Kombinasi antara peninggalan masa lalu dan asrinya alam Cianjur membuat Gunung Padang pantas untuk masuk dalam agenda perjalanan.



Biarlah waktu yang menyingkap misterinya.
http://id.berita.yahoo.com/gunung-padang-dan-misteri-yang-belum-tersibak-040155192.html

Stres Karena Pasangan Mendominasi Hidup Perempuan, Benarkah?



Berdasarkan polling yang diadakan Today Moms, 46 persen dari 7000 ibu di Amerika Serikat mengaku sumber utama stres justru bukan soal anak atau peran mereka sebagai ibu, tapi justru peran sebagai seorang istri. Mereka mengungkapkan kalau suami lebih bisa membuat mereka stres dibandingkan anak. Alasannya, perbedaan cara mengasuh anak, minimnya bantuan mengurus pekerjaan rumah, dan masalah klasik, yaitu banyaknya perempuan merasa suami ibarat anak yang juga butuh diurus.
Marriage & family therapist asal Atlanta, Hal Runkel, juga membenarkan kalau masalah utama perempuan adalah pernikahan, bukan parenting. “Para perempuan berpikir tugas utamanya menjadi ibu, jadi mereka menganggap suami akan mendukung. Ketika pasangan tak memberikan dukungan seperti yang diharapkan, argumen mulai muncul,” jelas Runkel. Intinya, tiap hari perempuan terbeban dengan pekerjaan rumah, dan kenyataan kalau pasangan tak membantu menjadi faktor penyebab stres tertinggi.
“Logikanya memang siapa pun butuh dukungan untuk melewati fase berat dalam hidup. Kalau motivasinya hilang, ke mana kita akan bersandar? Itulah mengapa rasa saling percaya, kasih sayang, pengorbanan, dan pengertian yang membuat suami-istri bisa menjadi tim kompak menjalani rumah tangga itu sangat penting. Kalau pondasi kuat, perempuan akan merasa aman dan nyaman, jauh dari stres dan pikiran negatif lainnya,” papar Jennifer (30, make up artist). “Sejak dulu kita tahu permasalahan yang dihadapi perempuan dalam rumah tangga itu-itu saja, kalau sudah sensitif siapa saja bisa jadi pihak yang bertanggung jawab atas beban pikiran kita, yang makin dipikirkan makin membuat stres. Sebenarnya perempuan lebih butuh solusi daripada mencari kambing hitam, ya tidak?” tambah Nieke (27, pengusaha).
Perempuan memang identik dengan peran gandanya, terutama bagi yang sudah berumah tangga. Mereka harus merangkap sebagai asisten rumah tangga, bendahara keluarga, sopir yang mengantar-jemput anak, mengurus suami, belum lagi urusan pekerjaan kantor yang tak ada habisnya. Perempuan juga kerap merasa bersalah ketika perannya tak berjalan lancar, dan ujungnya merasa gagal. Sementara itu, kesibukan membuat perempuan lupa memperhatikan diri sendiri, sehingga kejenuhan terakumulasi dengan sukses. Sialnya lagi, banyak yang cenderung tak bisa berbuat banyak, lalu merasa terjebak keadaan.
Melihat fenomena ini, praktisi kesehatan holistik Reza Gunawan mengungkapkan kalau latihan untuk mengelola stres lebih penting ketimbang memikirkan penyebab utamanya. Seperti yang dikatakan Nieke, perempuan butuh solusi atas masalah klasik ini. “Tahap pertama adalah belajar rileks.  Ingat bahwa beban dan ketegangan diri tidak pernah menolong situasi apa pun,” jelas Reza.
Benarkah stres dalam diri paling besar karena pasangan? Faktanya, tidak menurut Reza. Stres bukan beban yang muncul akibat peristiwa tertentu, tapi justru karena ketidakmampuan kita sendiri menghadapi dan mengelola diri. “Jadi, stres adalah fenomena tidak adanya keterampilan mengelola tubuh, jiwa, dan pikiran kita.  Ini tentunya menjadi sudut introspeksi karena seringkali dengan mudah kita menuding pihak tertentu atau peristiwa tertentu sebagai penyebab stres kita,” lanjutnya.
Terjawab sudah kan, tak cuma karena pasangan, juga bukan karena anak, beban pikiran kita berasal. Sekali lagi, semua soal bagaimana kita memanajemen tubuh, jiwa, dan pikiran kita sendiri dalam menghadapi realitas. Meminjam petuah Marilu Henner, being in control of your life and having realistic expectations about your day-to-day challenges are the keys to stress management, which is perhaps the most important ingredient to living a happy, healthy and rewarding life.




Rebecca Dakin: Sukses Jadi Konsultan Perkawinan Setelah Tiduri 1.000 Lelaki



Siapa yang mengira jika konselor perkawinan yang telah menerbitkan sebuah buku berjudul The Girlfriend Experience adalah mantan seorang perempuan penghibur? Rebecca Dakin, perempuan berusia 37 tahun ini bekerja sebagai perempuan penghibur selama 9 tahun hingga akhirnya ia berhenti dan memulai karir sebagai Relationship and Sex & Intimacy Expert sekitar 3 tahun lalu.
Rebecca mengaku selama 9 tahun bekerja sebagai perempuan penghibur, ia telah tidur bersama hampir 1.000 orang laki-laki. Rebecca mulai bekerja sebagai perempuan penghibur ketika ia berusia 25 tahun. Gagal menyelesaikan kuliah, putus asa bekerja dengan bayaran kecil, dan Rebecca pun berpikir bahwa menjual diri adalah jalan satu-satunya yang bisa ia tempuh untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat. Rebecca pun mengatakan semuanya pada orangtuanya. Bahkan, orangtuanya mengantar Rebecca saat ia akan menemui klien pertamanya.
“Saya mengatakan apa yang ingin saya lakukan orangtua saya. Mereka kecewa dan putus asa menghadapi saya namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena menganggap saya telah dewasa,” ujar Rebecca pada sebuah media.
Dari sekian banyak pengalamannya tidur dengan laki-laki, Rebecca mengaku bahwa klien yang paling ia sukai adalah seorang lelaki berusia 70 tahun. “Ia adalah seorang pengusaha London yang bisa menghabiskan ribuan poundsterling untuk membelikan perhiasan dan baju untuk saya. Sebenarnya saya dan lelaki itu jarang berhubungan intim, dia hanya perlu teman karena istrinya menolak tidur seranjang dengannya dengan alasan ia selalu mendengkur setiap tidur,” Rebecca bercerita.
Akhirnya, setelah 9 tahun berpetualang dari satu lelaki ke lelaki lain, Rebecca bertekad untuk berhenti dan ia yakin ada pekerjaan lain yang bisa menghasilkan uang selain menjual diri. Rebecca pun menjadikan pengalamannya sebagai perempuan penghibur sebagai modal utama untuk memulai karir sebagai penasihat pernikahan. Karena, menurut Rebecca sekitar 60% kliennya adalah lelaki yang telah berkeluarga atau memiliki pasangan dengan alasan tidak mendapatkan kepuasan seksual di rumah.
“Saya hanya ingin membantu orang mempertahankan hubungan mereka. Pengetahuan yang saya miliki datang dari pengalaman saya. Sekitar 60% klien saya sudah berumah tangga dan ini tentunya memberikan saya pengalaman dan sudut pandang berbeda tentang ‘cara kerja dan apa yang diinginkan oleh laki-laki’. Bertahun-tahun saya mendengarkan para lelaki itu bercerita tentang penyebab kegagalan hubungan mereka dan mengapa mereka akhirnya tidur dengan perempuan lain. Memang ada berbagai alasan seorang laki-laki selingkuh dengan perempuan lain, tapi tentu ada satu alasan yang menjadi alasan paling umum,” Rebecca menjelaskan.
Kini, Rebecca telah menjalani profesi sebagai konsultan perkawinan sekitar 3 tahun. Kamu harus merogoh kocek sekitar Rp2.000.000,-/ jam atau Rp11.200.000,-/ sesi jika ingin melakukan konsultasi dengan penulis buku Why Husbands Stray. Rebecca mengatakan kehidupan seksual adalah faktor umum yang membuat lelaki mencari perempuan lain.
“Berbeda dengan perempuan yang bisa memisahkan cinta dan seks, laki-laki adalah makhluk seksual. Kebanyakan laki-laki yang tidur dengan saya mengatakan bahwa mereka masih mencintai kekasih dan istri mereka, mereka mencari perempuan lain hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa mereka dapatkan dari pasangan mereka. Mayoritas dari mereka merasa tidak diinginkan dan ditolak saat pasangan mereka menolak untuk berhubungan seksual. Jadi, ketika pasanganmu tidak mengeluh saat kalian sudah tidak berhubungan seksual dalam waktu cukup lama, itu artinya kamu harus berhati-hati,” perempuan yang mengaku terinspirasi oleh tokoh Vivian dalam Pretty Woman menjelaskan.
Sembilan tahun tidur dengan berbagai macam lelaki pun mengajari Rebecca untuk berpikir sebagai lelaki. Karena itulah Rebecca tidak sepenuhnya menyalahkan para lelaki yang berselingkuh dengan perempuan lain. Rebecca mengatakan bahwa umumnya para lelaki mengatakan rasa ketidakpuasan mereka pada pasangan, namun sayang pasangan mereka tidak memberikan respon positif. Dan inilah yang menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan.

“Apa yang membuat saya mencintai pekerjaan saya saat ini? Karena saya bisa menyelamatkan banyak hubungan dari perselingkuhan. Bahkan, saya bisa mencegah terjadinya perselingkuhan,” ujar mantan karyawan travel agent ini. Bagaimana pendapatmu tentang teori perselingkuhan dalam pernikahan yang diutarakan oleh Rebecca, Fimelova?


Kelakuan Gila Fans Berat Artis

    Memuja atau meyukai bintang idola merupakan hal yang wajar untuk dilakukan namun jika sudah menyukai idola yang dipujanya sudah diluar batas sepertinya ini yang tidak wajar untuk dilakukan.

Seperti beberapa orang berikut ini mereka melakukan aksi gila di batas kewajaran karena terlalu memuja sang idola mereka. nah kamu mau tahu seperti apa aksi gila yang dilakukan para pengemar bintang idola? Simak 5 Kelakuan Gila Para Pemuja Bintang Idola berikut ini :

1. Permak wajah agar mirip seperti Superman
www.anehdidunia.com
 Pria asal Filipina bernama Herbert Chavez sangat menyukai superman, karena kesukanya ini Herbert Chavez rela melakukan operasi wajah agar terlihat mirip dengan wajah Superman. Bahkan Herbert Chavez menyuntikan beberapa hormon agar tubuhnya terlihat berotot.

2. Tulis surat dengan darah menstruasi
www.anehdidunia.com
Bintang pop Korea Selatan bernama Taecyeon mendapatkan surat dari pengemarnya yang sangat mengejutkan sebab surat yang ditulis menggunakan darah darah menstruasi dan menulisnya pun dengan kuas dari bulu pubis. Sang pengemar yang tidak menuliskan namanya ini menyebutkan jika tinta yang dibuat untu kenulis surat ini dibuat dari darah darah menstruasi yang sudah ia tunggu selama 3 minggu.

3. Beli botol air mineral seharga Rp 6,1 juta bekas Justin Bieber
www.anehdidunia.com
Remaja asal New Zealand bernama Emma Philips rela mengeluarkan uang Rp 6,1 juta hanya untuk mendapatkan bekas botol air minum Justin Bieber. Emma Philips mendapatkan botol bekas ini ketika Justin Biber datang kesebuah stasiun TV lokal di New Zealand.

4. Ganti nama jadi istri sang idola
www.anehdidunia.com
Wanita bernama Linda Resa sangat mengidolakan Kanye West dan mengaku sangat mencintai Kanye West, karena kecintaanya ini Linda nekat mengubah namanya menjadi Nyoya Kanye West dan berharap bisa menikah dengan Kanye West.

5. Patahkan kaki demi sang bintang
www.anehdidunia.com

Patahkan kaki sendiri merupakan hal paling bodoh yang akan dilakukan orang namun wanita asal Amerika Serikat yang merupakan pengemar bintang Jessie J melakukan aksi nekat dengan mematahkan kakinya sendiri setelah mengetahui jika bintang idolanya Jessie J mengalami patah kakai ketika manggung, akasi nekat ini sengaja dilakukanya agar bisa merasakan penderitaan sang bintang Idola. Nah itulah beberapa aksi nekat yang dilakukan oleh pengemar bintang idola yang sebaiknya jangan kamu ikuti.


 
Support : Creating Website | Imron Jagat | WB Production
Copyright © 2011. IMRONJAGAT.COM | unik sekalee! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Imron Jagat
Proudly powered by Blogger